cool hit counter

PWM Sumatera Utara - Persyarikatan Muhammadiyah

 PWM Sumatera Utara
.: Home > Berita > Observasi Bersama Muhammadiyah - Alwasliyah dan OIF UMSU

Homepage

Observasi Bersama Muhammadiyah - Alwasliyah dan OIF UMSU

Sabtu, 17-02-2018
Dibaca: 228

 

 

Medan–Pengurus Jamiatul Al-wasliyah, PW Muhammadiyah dan OIF UMSU duduk bersama untuk melakuan observsi pengmatan hilal ( bulan baru) menentukan 1 Djumadil Akhir 1439 H. Kegiatan silaturrahim antar ormas Islam itu berlangsung, Jumat sore (16/2) atau bertepatan dengan 30 Djumadil Awal 1439. Observasi bersama berlangsung di Observatorium Ilmu Fakal (OIF) UMSU di Lantai 7 Gedung Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan.

 

Dari Tim Hilal Rukyat Al-Wasliyah hadir Dr. Asro M.Ag yang juga ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama (MUI) Sumut, Dr. Sulidar MA, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Sumut, Dr. Herlina Hasan, pakar astronomi dan tim Hilal dan Rukyat Provinsi Sumatera Utara dan Kepala OIF UMSU Dr. Arwin Juli Rahmadi Butar-Butar MA serta mahasiswa dari Pendidikan Tinggi Kader Ulama Sumatra Utara.

 

Observasi bersama dalam pengamatan hilal menjadi upaya yang sangat baik dari dua organsiasi Islam terbesar di Sumatra Utara yang difasilitasi oleh OIF UMSU. Diharapkan dengan observasi bersama dan diskusi ilmiah secara terbuka selain dapat mendekatkan sesama organisasi Islam juga dapat memperkecil perbedaan yang terjadi dalam hal penetapan awal bulan khususnya Ramadan dan Syawal.

 

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Sumut Dr. Sulidar menyebut observasi berama yang difasilitasi oleh OIF UMSU adalah sebuah langkah bagus untuk mendekatkan organisasi Islam dalam sebuah konsep kajian ilmiah bersama. Hal yang sama diakui Dr. Asro Mag yang menyebutkan kegiatan ini memberi pengaruh yang besar bagi Muhammadiyah dan Al-Wasliyah. “ Kami menyambut gembira dilakukannya observasi berama ini. Saya sangat gembira. Akan kita teruskan dan kembangkan menjadi observasi bersama degan ormas lainnya. Terimakasih untuk UMSU, ” jelas Asro.

 

Pengamatan hilal atau bulan baru yang dilakukan secara bersama dari Lantai 7 Gedung Pascasarjana UMSU itu menggunakan semua fasilitas yang ada OIF UMSU. Sebelumnya OIF UMSU telah melakukan pendaatan dan pengamatan bulan baru setiap bulannya. Sayangnya, cuaca di Kota Medan yang tidak jernih dan tebalnya awan tidak menghasilkan pengamatan bulan baru.

 

Dari hasil hisab yang dilakukan awal bulan Djumadil Akhir akan terjadi pada pukul 18.40 WiB dengan ketinggian hilal berada di atas ufuk pada ketinggian antara 3 derajat 58’ 15.00” s.d. 5 derajat 19’ 58.32”. Sehingga berdasarkan hisab dan kriteria imkan rukyat tanggal 1 Djumadil Akhir 1439 H jatuh pada hari Sabtu 17 Februari 2018.

 

Untuk meningkatkan akurasi pengamatan OIF UMSU merencanakan membangun fasilitas pengamatan di kawasan Pulo Pane, Kawasan Barus Tapanuli Tengah. Untuk pembangunan fasiitas OIF UMSU di Pulau Pane, Baru itu Rektor UMSU Agussani sudah melakukan pejajakan dengan Bupati Tapanuli Tengah Bahtiar Ahmad Sibarani.

 

Pengembangan fasilitas OIF UMSU mendapatkan pujian dari banyak pihak khususnya para pakar astronomi karena OIF UMSU menjadi satu-satunya observatorium terlengkap yang dimiliki sebuah perguruan tinggi di Pulau Sumatra. Kampus Pascasarjana UMSU dan OIF sudah menjadi tuah rumah pengamatan gerhana matahari dan gerhana bulan total yang dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat khusuf yang diikuti sekjitar 5000 jamaah. ( Syaifulh/MPISU)


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website